Selasa, 22 Maret 2016


                              MAKALAH BAHAN BERBAHAYA PADA MAKANAN




BAB I
PEDAHULUAN
A. Latar belakang
Bahan tambahan atau zat aditif pada makanan semakin meningkat, terutama setelah
adanya penemuan-penemuan termasuk keberhasilan dalam mensintesis bahan kimia baru yang lebih praktis, lebih murah, dan lebih mudah diperoleh. Penambahan bahan tambahan/zat
aditif ke dalam makanan merupakan hal yang dipandang perlu untuk meningkatkan mutu
suatu produk sehingga mampu bersaing di pasaran. Di dalam proses pengolahan makanan sering digunakan Bahan tambahan panganyang berfungsi untuk memperoleh mutu sensori seperti cita rasa, warna, dan tekstur yangdiinginkan dengan masa simpan yang cukup (awet). Bahan tambahan pangan merupakan senyawa sintetik kimia yang bila digunakan berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Masalah penyalahgunaan Bahan tambahan pangan yang terjadi di Indonesia terutama oleh industri kecil dan penjual makanan jajanan adalah digunakannya Bahan tambahan pangan terlarang atau melebihi batas yang diizinkan (Hariyadi dkk., 2001). Bahan tambahan panganyang sering digunakan contohnya adalah Formalin, boraks, methanyl yellow, dan RhodaminB.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Zat Berbahaya Dalam Makanan
Secara kasat mata memang agak sulit untuk menentukan apakah produk panganolahan
yang ditemukan mengandung bahan-bahan kimia berbahaya atau tidak. Apalagi biladosisnya
sangat sedikit. Akan tetapi, apabila dosisnya cukup banyak, maka kita bisamengetahuinya
dari penampilan luar yang nampak nyata (penampilan visual Dasar hukum pelarangan :Untuk
menjaga kesehatan manusia, maka ada beberapa regulasi pemerintah yang mengatur hal ini,
seperti  lapis, juga sebagai germisida dan fungisida (pada tanaman/sayuran), sebagai pembasmi lalat dan serangga lainnya.
1.      Formalin
Penyimpangan dalam industri pangan terjadi ketika formalin sering digunakan
untuk mengawetkan produk mie basah, tahu, dan ikan segar. Formalin sangat berbahaya bagi
tubuh karena jika terhirup, formalin akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan
tenggorokan, sukar bernapas, napas pendek, sakit kepala, dan kanker paru-paru. Di antara
efek formalin pada kulit adalah munculnya warna kemerahan,gatal, dan ter-bakar. Pada mata,
senyawa ini akan menyebabkan kemerahan, gatal, berair, kerusakan, pandangan kabur hingga
kebutaan. Kalau kandungannya sudahsangat tinggi, formalin akan mengakibatkan iritasi pada
lambung, alergi, muntah,diare bercampur darah, dan kencing bercampur darah. Bukan itu
saja, formalin juga bisa mengakibatkan kematian karena kegagalan peredaran darah
Sifat-sifat dari formalin :
Ø Pada suhu diatas 150°C akan terurai menjadi methanol dan
karbondioksida
Ø Bersifat karsinogenik (zat yang dapat menimbulkan kematian
jaringan dan memicu kanker pada manusia).
Ø Mudah menguap, sehingga menimbulkan bau yang kuat dan pedih di
mata.
Ø Merupakan senyawa desinfektan (zat yang dapat menurunkan jumlah
bakteri tetapi bila terkena manusia dapat marusak jaringan) kuat
untuk membasmi berbagai bakteri pembusuk, dan jamur.
Ø Jika kandungan dalam tubuh tinggi, maka dapat menekan fungsi sel
yang menyebabkan keracunan dalam tubuh.
Ketahanan pangan yang mengandung formalin :
Sumber: Unit Layanan Pengaduan Konsumen Balai Besar POM Bandung

Ciri-ciri pangan yang mengandung formalin :
Erni (2006:23) pada mie basah formalin sebagai pengawet dan pengenyal. Tanpa
ditarnbahkan formalin mie basah setelah satu hari akan berbau dan Iengket yang menunjukan
tanda-tanda kerusakan. Ciriciri mie yang tidak mengandung formalin selain tidak keras, jika
digumpalkan mie basah tersebut akan bersatu kembali seperti adonan semula. Dengan adanya
penambahan formalin, mie tersebut tahan sampai dengan lima hari. Pada tahu, penambahan
formalin dilakukan pada proses penggumpalan tahu yang akan menyebabkan textur tahu
menjadi lebih keras. Formalin juga digunakan untuk merendam tahu yang sudah jadi agar
tahu tersebut lebih awet selama lebih dari tiga hari. Ciri tahu yang mengandung formalin
ketika di tekan tehu tersebut sedikit kenyal dan tidak mudah hancur, sedangkan tahu yang
tidak mengandung formalin setelah satu hari menunjukan kerusakan diantaranya berbau agak
asam, dan berlendir
Pada ikan basah penggunaan formalin sebagai pengawet agar ikan tersebut tidak mudah
membusuk ikan yang mengandung formalin dapat tahan hingga tiga hari.
Ciri-ciri ikan segar atau hasil laut berformalin :
- Tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar 25°C
- Warna insang merah tua dan tidak cemerlang bukan merah segar dan warna daging
ikan putih bersih
- Bau agak menyengat, bau formalin
- Tidak dihinggapi lalat
Ciri-ciri ikan asin berformalin
- Tidak rusak sampai 1 hari pada suhu kamar 25°C
- Bersih cerah tidak berbau khas ikan asin
- Tidak dihinggapi lalat

2. Boraks
Boraks (asam borat) adalah senyawa berbentuk kristal putih, tidak berbau, dan
stabil pada suhu serta tekanan normal. Boraks diperuntukkan untuk mematri logam, proses
pembuatan gelas dan enamel, sebagai pengawet kayu, dan pembasmi kecoa.Penyimpangan
dalam industri pangan terjadi ketika boraks banyak dipakai pada bakso, kerupuk, mie bakso,
tahu, batagor dan pangsit. Efek negatif boraks pada tubuh yaitu, pemakaian yang sedikit dan
lama akan terjadi akumulasi (penimbunan) pada jaringan otak, hati, lemak, dan ginjal.
Pemakaian dalam jumlah banyak mengakibatkan demam, anuria, koma, depresi, dan apatis
(gangguan yang bersifat saraf)
Berikut ini terdapat beberapa ciri pangan yang mengandung boraks, walaupun tidak terlampau khas namun dapat membantu membedakannya dari pangan tanpa boraks (Silaban,2010):
a. Mie basah yang mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, biasanya lebih mengkilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.
b. Bakso mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal dan warnanya tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung putih.
c. Makanan jajanan mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, berasa “tajam” atau sangat gurih dan membuat lidah bergetar, serta memberikan rasa getir.
d. Kerupuk mengandung boraks: teksturnya sangat renyah dan dapat memberikan rasa getir.

3. Rhodamin-B
Adalah pewarna sintetis berbentuk kristal, tidak berbau, berwarna merahkeunguan,
dalam larutan berwarna merah terang berpendar. Rhodamin-B diperuntukkan sebagai
pewarna kertas, tekstil dan cat tembok. Penyimpangan dalamindustri pangan yang sering
terjadi adalah penggunaan pada minuman, lipstik, permen, obat dan saos. Efek negatif bagi
tubuh yaitu, jika terhirup dapatmenimbulkan iritasi pada saluran pernafasan. Dapat pula
menimbukan iritasi padakulit, iritasi pada mata (kemerahan, oedema pada kelopak), iritasi
pada saluran pencernaan (keracunan, air seni ber-warna merah, kerusakan ginjal), dan lain-
lain.Akumulasi dalam waktu lama berakibat gangguan fungsi hati hingga kanker
hati,merusak kulit wajah, pengelupasan kulit hipopigmentasi, hiperpigmentasi dan lain-lain.
4. Methanyl yellow
Adalah pewarna sintetis berwarna kuning menyala, yangdiperuntukkan untuk
pewarna kertas, tekstil dan cat tembok. Penyimpangan dalamindustri pangan, yaitu banyak
digunakan pada minuman sirup/limun, agar-agar/jelly,manisan (pisang, mangga, kedondong),
dan lain-lain. Efek negatif yang muncul bagi tubuh serupa dengan efek negatif pada konsumsi
Rhodamin-B.

BAB III
KESIMPULAN

Bahan tambahan pangan merupakan senyawa sintetik kimia yang bila digunakan
berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Masalah penyalahgunaan Bahan tambahan
pangan yang terjadi di Indonesia terutama oleh industri kecil dan penjual makanan jajanan
adalah digunakannya Bahan tambahan pangan terlarang atau melebihi batas yang diizinkan
Bahan tambahan pangan yang sering digunakan contohnya adalah Formalin, boraks,
methanyl yellow, dan rhodamin B.

sumber : http://dokumen.tips/documents/makalah-promosi-kesehatan-zat-zat-berbahaya-pada-makanan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar